Ahad pertama bulan Agustus 2007 jadwalku nimba ilmu di Ketintang Surabaya. Selesai kegiatan di Ketintang aku diantar Ust. Ony ke terminal Bungurasih untuk kembali ke negaraku Tulungagung.
Bersama temanku Ust Abd Karim kutunggu bis jurusan Trenggalek di pintu keluar terminal Bungurasih. Jam di HP pas pukul 13.00 matahari sangat terik, aku bersandar di dinding pagar untuk menghindari sengatan mentari. Maklum tak ada tempat berteduh.
Sambil berteduh kuamati orang lalu-lalang, termasuk prilaku orang senasib denganku “Menunggu Bis”. Diantara orang yang menunggu angkutan ada beberapa orang lari ke sana ke mari, naik turun bis untuk menjaring rizqi Alloh Robbul Izzati. Tak peduli panas, hingga dimarahi kondektur karna berebut berdesak-desakan dengan calon penumpang. Itulah pedangang asongan di terminal Bungurasih. Mereka punya niat tujuan yang mulia, mencari rizqi yang halal. Sementara diantara pencari rizqi di terminal ada makelar yang justru keberadaanya dikeluhkan oleh awak bis. Para pengamen yang kadang mengganggu ketenangan penumpang.
Ditengah aku mengamati mereka , datang padaku seorang pedangan dengan membawa setumpuk topi, sepertinya belum ada 1 topipun yang terjual setelah sekian lama berkejaran dengan bis antar kota. Nafas terengah dan keringat diwajah terlihat jelas mataku, dalam hati aku mengira, mungkin dia akan menawaran topinya padaku seperti yang dia lakukan kepada para calon penumpang lainnya. Tapi tidak, perkiraanku salah. Dia datang minta didoakan, “Mas jenengan dongakne topi kulo ndang payu !”. Dalam hati aku “Ta’ajub” di tengah hiruk pikuk orang mencari dunia di kota metropolis Surabaya ternyata ada orang mengakui kekuatan Doa, setelah bersusah payah dengan akal fikiran dan tenaga, ternyata ada “Penentu akhir” setiap ihtiar, yaitu Alloh Robb Yang Maha Memberi Rizqi, Yang Maha Memaksa, Yang Maha Menentukan.
“Apabila ada hambaku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku (Alloh), katakanlah bahwa aku dekat”,” Aku akan mengabulkan doa hambaku bila ia berdoa”. Begitu arti sebuah ayat dalam surat Al Baqoroh. Berbekal ayat tersebut, saya sampaikan kepada pedangan topi, ” Yang paling tepat berdoa adalah Anda sendiri, saya bisa mengajari Lafal doanya, Mau saya ajari doa supaya dagangan laku ? tanya saya.”Ya!”, jawabnya. “Ucapkan ‘Allohumma Laris’ dengan keyakinan dan kesungguhan saya yakin doa Anda akan dikabulkan Alloh”.
DIarsipkan di bawah: Perjalanan