Buah Istiqomah

Seorang ayah bepesan pada anaknya, “Anakku bila kamu ingin sukses kehidupanmu, perbanyaklah baca ayak kursi!”. Pesan ayah yang mengandung maksud mendidik anak berlaku istiqomah ini ternyata tidak begitu diperhatikan oleh Si anak. Bahkan ketika sang ayah telah berpulang si anak seolah merdeka dan melupakan semua yang telah diajarkan ayahnya.

Si anak hidup dalam kebebasan fatamorgana, tanpa ibadah, tanpa cita-cita dan tanpa tujuan. Sampai suatu saat hambatan, halangan, musibah, ujian datang menyapa. Barulah si anak tersadar seolah baru terbangun dari tidur hingga menyadari kehilafannya dan kembali teringat pesan ayahnya untuk memperbanyak membaca ayat kursi. Tetapi sekian lama menjauh dari Alloh si anak lupa bacaan ayat kursi, bahkan baca qur’an yang dulu dilakukannya tiap ba’da maghrib tak ubahnya membaca huruf pallawa. Dia hanya ingat judul ayatnya “Ayat Kursi”.

Dalam kebimbangan dan keputusasaan dibacalah judul ayatnya saja,”Ayat Kursi, Ayat Kursi, Ayat Kursi, …”, hal itu dibaca berulang sepanjang hari, minggu, bulan, sepanjang jalan sampai Alloh memantapkan hatinya kembali giat beribadah, menuntut ilmu di umur yang tidak muda lagi.

Walhasil pesan orang tuanya telah menghantarkan sukses di dalam hidup menjadi kenyataan. Si anak yang sempat lalai kini telah menjadi ulama tersohor di kampungnya, memiliki banyak santri dan kebutuhan duniawinya pun tercukupi.

Pengalaman sukses si anak yang menjadi Kyai ini disebarkan kepada para santri. Hingga ketika sang Kyai hendak menunaikan ibadah haji, ada seorang santri yang minta untuk bisa ikut bersama Kyai pergi haji. Tetapi karena tidak memiliki tiket naik kapal laut, terpaksa si santri hanya bisa menghantar Kyai sampai pintu kapal. Karena niat sudah membara di dada tak hendak surut melangkah. Si santri pergi menuju tepi pantai, kebetulan didapati orang yang mencari buah kelapa dimintalah dua buah “Mancung” rumah bunga kelapa yang bentuknya mirip perahu. Berbekal ilmu yang telah diajarkan sang guru, didorong niat yang kuat, dan dilandasi keyakinan bahwa Alloh akan mengabulkan doa yang baik. Sambil menaiki “Mancung” (seperti atlit ski air) dibacalah judul ayat Kursi, “Ayat Kursi, Ayat Kursi, Ayat Kursi …” terus … sampai tak disadari secepat kilat menyambar si santri sudah sampai di pantai Jiddah Saudi Arabia. SubhanaLLoh …. ALLohu Akbar.

Tinggalkan Balasan